
Bisnishotel.id, BANDUNG — Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung menunjuk Yunindra Hardino sebagai General Manager baru untuk memperkuat daya saing resort di tengah persaingan industri perhotelan.
Berbekal pengalaman hampir dua dekade, Yunindra akan berfokus pada peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan pasar wisata serta MICE.
Pengangkatan tersebut menandai babak baru bagi Swiss-Belresort Dago Heritage dalam mengembangkan bisnis akomodasi di kawasan Dago Atas, Bandung. Resort ini menyasar sejumlah segmen pasar, mulai dari wisatawan keluarga, pelancong rekreasi (leisure), penggemar golf, hingga penyelenggara pertemuan dan acara korporasi.
Yunindra memulai karier perhotelannya pada 2007 sebagai Guest Service Agent. Dari posisi lini depan tersebut, ia mengembangkan pengalaman di bidang front office dan rooms division sebelum menapaki jenjang manajemen senior.
Perjalanan kariernya mencakup sejumlah hotel dalam jaringan internasional di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Novotel & Ibis Balikpapan, Novotel Banjarmasin Airport, Grand Mercure Bandung Setiabudi, Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention, Mercure Jakarta Gatot Subroto, dan Mercure Pangkalan Bun.
Sebelum bergabung dengan Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung, Yunindra menjabat sebagai Residence Manager di Herloom Hotel & Residence BSD. Pengalaman lintas properti tersebut menjadi bekal dalam memahami karakter pasar, kebutuhan operasional, serta standar pelayanan di berbagai segmen perhotelan.
Dalam peran barunya, Yunindra menempatkan pengembangan tim dan kualitas pengalaman tamu sebagai prioritas. Ia menilai sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi layanan sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Saya bersyukur atas kesempatan untuk memimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung. Ini merupakan babak baru yang sangat menarik, dan saya melihat potensi besar yang dimiliki resort ini, khususnya dari sisi sumber daya manusia, lokasi, serta karakter resort yang unik,” ujar Yunindra dalam keterangan tertulis kepada Bisnishotel.id, dikutip Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan strategi pengembangan resort akan diarahkan pada penguatan budaya pelayanan, pemberdayaan karyawan, dan penciptaan pengalaman menginap yang berkesan. Manajemen juga ingin memperkuat posisi resort sebagai pilihan bagi wisatawan keluarga, pelancong rekreasi, pegolf, serta pelanggan MICE di Bandung.

Dari sisi pengembangan bisnis, Swiss-Belresort Dago Heritage akan berfokus pada peningkatan standar pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan keterlibatan tamu (guest engagement), serta perluasan kemitraan strategis. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang pasar baru.
Lokasi menjadi salah satu modal bisnis resort tersebut. Berada di kawasan Dago Atas dan terintegrasi dengan lingkungan Dago Heritage Golf Course, properti ini memiliki peluang untuk mengembangkan paket pengalaman yang memadukan akomodasi, rekreasi, golf, kuliner, kebugaran, dan kegiatan MICE.
Dago Heritage Golf Course sendiri dibangun pada 1917 dan dikenal sebagai salah satu lapangan golf tertua di Indonesia. Keberadaan lapangan golf tersebut memberi karakter tersendiri bagi resort, terutama untuk menjangkau wisatawan yang mencari pengalaman menginap sekaligus aktivitas olahraga dan rekreasi.
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung memiliki 161 kamar serta sejumlah fasilitas pendukung, termasuk restoran, lobby lounge, bar, ruang pertemuan, kolam renang air hangat dengan pemandangan terbuka, pusat kebugaran, klub anak, dan fasilitas spa. Kelengkapan tersebut menjadi modal untuk menjangkau kebutuhan tamu keluarga maupun pelaku perjalanan bisnis.
Yunindra menilai fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan pelayanan yang konsisten. Karena itu, perhatian terhadap detail, komunikasi antartim, dan ketulusan dalam melayani menjadi bagian dari pendekatan kepemimpinan yang ingin ia perkuat.
“Fasilitas yang indah mungkin dapat menarik tamu untuk datang, tetapi pelayanan yang tulus, perhatian terhadap detail, dan hubungan antarmanusia yang bermakna adalah hal yang membuat mereka ingin kembali,” katanya.
Dengan pengalaman yang dimulai dari lini depan hingga posisi manajemen, Yunindra kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan, pengembangan tim, dan pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut menjadi penting bagi resort untuk mempertahankan relevansi di tengah persaingan destinasi wisata dan akomodasi di Bandung.
Ke depan, penguatan pengalaman tamu dan kemitraan strategis diharapkan dapat mendukung posisi Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai salah satu pilihan akomodasi di kawasan Dago. Bagi Yunindra, kualitas layanan dan peran karyawan akan tetap menjadi fondasi dalam membangun daya saing bisnis perhotelan secara berkelanjutan.

